twttr

Monday, November 28, 2011

Makanan Diet Pengidap Diabetes

Rabu, 14 Oktober 2009 15:00 WIB
Penulis : Ikarowina Tarigan

MENURUNNYA sensitivitas sel-sel tubuh terhadap aktivitas insulin dan kurangnya hormon insulin yang diproduksi pankreas membuat pengidap diabetes memiliki kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal. Mengonsumsi makanan pun harus merasa bersalah atau harus selektif. Untuk itulah para pengidap diabetes dianjurkan untuk mengontrol diet. Makanan apa sajakah yang aman dikonsumsi?

Makanan apa yang tepat? Berdasarkan panduan yang dikeluarkan Asosiasi Diabetes Amerika (American Diabetes Association/ADA), pengidap diabetes dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dari whole grain, buah-buahan, sayuran, serta susu rendah lemak. Selain itu, dianjurkan kalau 60-70% dari asupan kalori sebaiknya berasal dari karbohidrat dan lemak tunggal tidak jenuh (canola oil, minyak zaitun dan minyak kacang, alpukat dan kacang-kacangan), dan 15-20% asupan kalori dari protein. Di samping itu disarankan membatasi asupan kolesterol, yaitu kurang dari 300 miligram dan meminimalkan asupan lemak trans.

Berikut beberapa makanan lain yang dianjurkan:

Oat. Oat mengandung serat larut dalam air ang berfungsi memperlambat penyerapan gula ke dalam darah serta mengurangi kolesterol darah. Peningkatan kadar kolesterol merupakan salah satu faktor risiko penyebab diabetes.

Kacang polong, buncis dan kacang panjang. Makanan ini kaya serat larut dan meningkatkan kadar gula darah secara perlahan. Selain itu, jenis kacang-kacangan ini bisa menjadi sumber karbohidrat, protein dan serat yang baik.

Apel, pir, aprikot, cherries, grepefruit (sejenis jeruk besar dengan rasa yang agak pahit), jeruk, buah persik dan plum. Jenis buah-buahan ini menyediakan serat larut dan melepaskan gula ke aliran darah secara perlahan. Buah ini bisa menjadi pilihan kudapan yang baik bagi pengidap diabetes.

Pasta, ubi jalar, dan roti gandum. Jenis makanan ini melepaskan energi secara perlahan serta bisa menjadi sumber karbohidrat yang baik bagi pengidap diabetes.

Roti whole grain, beras merah, pasta whole meal dan sarapan whole grain. Semua makanan ini kaya serat tidak larut. Selain itu, makanan ini juga mengandung seng dan chromium yang berfungsi menguatkan kerja insulin.

Yogurt rendah lemak dan susu skim. Kedua produk ini mengandung kadar lemak jenuh dan kadar lemak total yang sangat rendah. Produk ni juga menyediakan karbohidrat, protein dan kalsium.

Daging merah rendah lemak, unggas tanpa kulit, ikan dan tahu. Makanan ini bisa menjadi pilihan sumber protein yang rendah lemak. Membatasi asupan lemak bisa mencegah penambahan berat badan dan mengurangi risiko peningkatan kolesterol dalam darah.

Makarel, salmon dan sarden. Jenis ikan ini kaya asam lemak omega-3 yang diyakini bisa mengurangi risiko penyakit jantung.

Biji rami dan labu. Biji-bijian ini juga mengandung asam lemak omega-3. Anda bisa menambah biji-bijian ini ke sereal Anda.

Buah dan sayuran. Buah dan sayur merupakan makanan yang kaya kalium. Kekurangan kalium bisa menyebabkan intoleransi glukosa. Selain itu, sayur dan buah juga rendah kalori dan menyediakan berbagai antioksidan, vitamin, mineral, dan fitonutrisi yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh. (OL-08)

Friday, August 12, 2011

Kenapa Perlu Membatasi Asupan Daging?

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Jumat, 12/08/2011 16:57 WIB


Jakarta, Daging memang diketahui mengandung protein hewani yang dibutuhkan tubuh. Tapi sebaiknya jangan terlalu sering mengonsumsi daging. Kenapa asupan daging perlu dibatasi?

Studi yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health (HSPH) menemukan hubungan yang kuat antara konsumsi daging merah dan peningkatan risiko diabetes tipe 2, terutama daging yang sudah diproses.

Penelitian yang dipimpin oleh An Pan, peneliti di Departemen Gizi HSPH menunjukkan bahwa mengganti daging merah dengan protein sehat, seperti susu rendah lemak, kacang, atau biji-bijian, secara signifikan dapat menurunkan risiko.

Studi ini menemukan konsumsi 100 gram daging merah mentah tiap hari bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 19 persen. Hasil studi ini telah dipublikasikan secara online dalam American Journal of Clinical Nutrition pada 10 Agustus 2011.

"Hasil studi ini jelas memiliki implikasi kesehatan yang besar bahwa konsumsi daging merah bisa meningkatkan epidemi diabetes tipe 2," ujar Hu, seperti dikutip dari esciencenews.com, Jumat (12/8/2011)

Para peneliti menyarankan masyarakat untuk meminimalkan konsumsi olahan daging merah seperti hot dog, bacon dan sosis karena mengandung kadar natrium dan nitrit yang tinggi. Serta menggantinya dengan pilihan lain yang lebih sehat seperti kacang-kacangan, biji-bijian, produk susu rendah lemak atau ikan.

Sedangkan risiko dari daging merah yang belum diproses sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Dalam studi sebelumnya peneliti HSPH belum menemukan bukti yang jelas mengenai hubungan antara makan daging merah mentah dengan risiko penyakit jantung koroner atau diabetes tipe 2.

Dukungan terhadap studi ini dilakukan oleh National Institutes of Health's, National Institute of Diabetes and Digestive, serta Kidney Diseases and the National Heart, Lung, and Blood Institute di Amerika Serikat.

http://www.detikhealth.com/read/2011/08/12/165700/1702670/766/kenapa-perlu-membatasi-asupan-daging?l991101755

Monday, August 8, 2011

Berita Teknologi, Berita Komputer Terbaru,Berita IT,Berita Teknologi Terkini,Teknologi Terbaru, Digital Technology, Gadget News,Berita Ponsel,Mobile Phone News, Gadget News, Technology News, iPhone, Digital Camera, LCD Monitor, Motherboard, VGA Card News

Berita Teknologi, Berita Komputer Terbaru,Berita IT,Berita Teknologi Terkini,Teknologi Terbaru, Digital Technology, Gadget News,Berita Ponsel,Mobile Phone News, Gadget News, Technology News, iPhone, Digital Camera, LCD Monitor, Motherboard, VGA Card News

Berita Hardware terbaru | Technology, Mobile Phone, Software, Laptop, Netbook, Cellular Phone, Digital Camera & Gadget News - Part 15

Berita Hardware terbaru | Technology, Mobile Phone, Software, Laptop, Netbook, Cellular Phone, Digital Camera & Gadget News - Part 15

Travelling Buat Orang Lebih Muda & Seksi

Hestianingsih - wolipop
Selasa, 09/08/2011 09:03 WIB

Jakarta - Liburan tidak hanya bermanfaat sebagai pelepas lelah dan penat karena bekerja. Kegiatan menyenangkan yang satu ini ternyata juga bisa membantu orang terlihat lebih menarik secara seksual. Lebih dari itu, liburan dengan travelling ke luar negeri atau luar kota juga memberi efek meremajakan tubuh serta meningkatkan efisiensi kerja.

Fakta menarik ini terungkap setelah diadakan penelitian oleh tim dari Baylor College of Medicine, Houston, Amerika Serikat. David Eagleman, salah satu ilmuwan yang terlibat dalam penelitian tersebut menyimpulkan, perjalanan liburan bisa membantu seseorang merasa lebih muda.

Menurut David, seperti dikutip dari Genius Beauty, bepergian ke tempat-tempat yang sebelumnya tidak pernah didatangi akan memicu otak untuk mendatangkan perasaan yang menyenangkan. Orang dewasa akan merasakan kesenangan yang sama seperti ketika anak kecil menemukan sesuatu yang baru. Lebih unik dan eksotis tempat yang didatangi, akan menimbulkan efek yang lebih baik.

Berapa lama waktu yang dihabiskan saat liburan, ternyata tidak terlalu berpengaruh. Meskipun hanya dua hari atau seminggu, jika tempat liburan tersebut jarang atau tidak pernah didatangi, tetap akan efektif membantu peremajaan tubuh dan pikiran. Setelah pulang dari bepergian, biasanya orang akan terlihat lebih menarik. Wajah mereka jadi lebih ceria dan kulit tampak merona.

Manfaat liburan tidak hanya sampai di situ. Selain membuat seseorang terlihat lebih menarik dari luar, liburan juga membuat orang jadi lebih cerdas dan mampu mengembangkan kreativitas. Alasannya, karena travelling ke tempat yang asing, akan mendorong kita membuat perencanaan perjalanan, mempelajari peta dan belajar mengatasi situasi sulit yang mungkin terjadi selama perjalanan.

Hal ini juga dibenarkan William Maddux, psikolog sosial asal Amerika. Menurutnya, orang-orang yang tinggal di luar negeri lebih bisa mengembangkan kemampuan untuk menjadi kreatif. Namun, bukan berarti semua orang yang tinggal atau liburan di negara lain otomatis akan jadi lebih kreatif.

Hal itu tergantung pada kegiatan yang mereka lakukan selama berada di negara tersebut. Jika Anda hanya tinggal di kamar hotel dan menonton TV selama liburan, bukan kreativitas yang didapat, tapi justru tubuh yang menggemuk dan kurang fit karena jarang bergerak.

(hst/hst)

http://www.wolipop.com/read/2011/08/09/090354/1699519/859/travelling-buat-orang-lebih-muda-seksi?w992201835