twttr

Sunday, April 18, 2010

Mencintaimu

1.Seseorang yang mencintai kamu, tidak bisa memberikan alasan mengapa, ia mencintaimu. Dia hanya tahu, dimata dia, kamulah satu satunya…

2. Seseorang yang mencintai kamu, sebenarnya selalu membuatmu marah /gila /jengkel / stres. Tapi ia tidak pernah tahu hal bodoh apa yang sudah ia lakukan, karena semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu…

3. Seseorang yang mencintai kamu, jarang memujimu, tetapi di dalam hatinya kamu adalah yang terbaik, hanya ia yang tahu…

4. Seseorang yang mencintai kamu, akan marah-marah atau mengeluh jika kamu tidak membalas pesannya atau telp-nya, karena ia peduli dan ia tidak ingin sesuatu terjadi ke kamu…

5. Seseorang yang mencintai kamu, hanya menjatuhkan airmatanya dihadapanmu. Ketika kamu mencoba untuk menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya, dimana hatinya selalu berdegup / berdenyut /bergetar untuk kamu…

6. Seseorang yang mencintai kamu, akan mengingat setiap kata yg kamu ucapkan, bahkan yang tidak sengaja dan ia akan selalu menggunakan kata2 itu tepat waktunya…

7. Seseorang yang mencintai kamu, tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah, karena ia tidak mau mengingkari janjinya. Ia ingin kamu untuk mempercayainya dan ia ingin memberikan hidup yang paling bahagia dan aman selama-lamanya…

8. Seseorang yang mencintai kamu, mungkin tidak bisa mengingat kejadian/ kesempatan istimewa, seperti perayaan hari ulang tahunmu, tapi ia tahu bahwa setiap detik yang ia lalui, ia mencintai kamu, tidak peduli hari apakah hari ini…

9. Seseorang yang mencintai kamu, tidak mau berkata Aku mencintaimu dengan mudah, karena segalanya yang ia lakukan untuk kamu adalah untuk menunjukkan bahwa ia siap mencintaimu, tetapi hanya ia yg akan mengatakan kata “I LOVE U” pada situasi yang spesial, karena ia tidak mau kamu salah mengerti, dia mau kamu mengetahui bahwa ia mencintai dirimu…

10. Seseorang yang benar2 mencintai kamu, akan merasa bahwa sesuatu harus dikatakan sekali saja, karena ia berpikir bahwa kamu telah mengerti dirinya. Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa bahwa tidak ada yang akan membuatnya bahagia / tersenyum…

11. Seseorang yang mencintai kamu, akan pergi ke airport untuk menjemput kamu, dia tidak akan membawa seikat mawar dan memanggilmu sayang seperti yang kamu harapkan. Tetapi, ia akan membawakan kopermu dan menanyakan : Mengapa kamu menjadi lebih kurus dalam waktu 2 hari ?Dengan hatinya yang tulus.

12. Seseorang yang mencintai kamu, tidak tahu apakah ia harus menelponmu ketika kamu marah, tetapi ia akan mengirimkan pesan setelah beberapa jam. Jika kamu menanyakan : mengapa ia telat menelepon, ia akan berkata : Ketika kamu marah, penjelasan dari dirinya semua hanyalah sampah. Tetapi, ketika kamu sudah tenang, penjelasannya baru akan benar2 bekerja / manjur / berguna…

13. Seseorang yang mencintaimu, akan selalu menyimpan semua benda2 yang telah kamu berikan, bahkan kertas kecil bertuliskan ‘I LOVE U’ ada didalam dompetnya…

14.Seseorang yang mencintaimu, jarang mengatakan kata2 manis. Tapi kamu tahu, ‘kecupannya’ sudah menyalurkan semua. Seseorang yang mencintai kamu, akan selalu berusaha membuat mu tersenyum dan tertawa walau terkadang caranya membingungkanmu … Seseorang yang mencintaimu, akan membalut hatimu yang pernah terluka dan menjaganya dengan setulus hati agar tidak terluka lagi dan ia akan memberikanmu yang terbaik walau harus menyakiti hatinya sendiri… Seseorang yang mencintaimu, akan rela melepaskanmu pergi bila bersamanya kamu tidak bahagia dan ia akan ikut bahagia walau kamu yang dicintainya bahagia bersama orang lain.

Penyesalan seorang teroris

Aku besar di lingkungan yang tidak mengakui keberadaanku. Tatkala teman-teman bermain bola bersuka ria, aku hanya duduk menonton di pinggir lapangan. Tubuhku yang kecil serta pembawaanku yang pendiam dan pemurung membuat teman-teman tak mengindahkan kehadiranku. Padahal, tahukah mereka bahwa Ibuku tiada sempat mendidik dan memperhatikanku di rumah, karena keseharian membanting tulang bekerja menyambung hidup, semenjak Ayah yang tak kukenal siapa gerangan meninggalkan kami untuk wanita lain pada saat aku masih bayi.

Masa kecil sampai remaja kulalui tanpa ada pengakuan cukup atas keberadaanku, baik di rumah maupun di antara teman-teman.

Sampai suatu hari, seseorang bermata tajam datang menghampiriku. Lalu ia bertanya lugas kepadaku,”Maukah engkau memberi arti bagi hidupmu? Mari, ikuti jalanku!!”. Saat itu aku berusia 17 tahun, dikucilkan oleh lingkunganku. Tanpa ragu, kusambut ajakan dan uluran tangannya. Kuikuti jalannya.

Ternyata ada beberapa pemuda lain di kediamannya. Beberapa kali seminggu aku diharuskan datang ke tempatnya. Ia mengharuskanku dan yang lainnya memakai baju-baju kebesaran serta memelihara atribut-atribut tertentu di tubuhku. Ia dogmatir diri kami, bahwa ajaran kami adalah yang paling benar, bahwa dunia dan segala isinya sudah dalam penyimpangan serta harus dimurnikan kembali. Rasa kebersamaan karena tidak mendapat pengakuan dari dunia luar, membuat kami terdogma bahwa kamilah yang paling benar, dan dunia selain kami memang telah tersesat. Atribut-atribut yang kami pakai dan pelihara, membuat kami merasa sebagai sepasukan kecil yang akan berjihad menyelamatkan dunia dari keangkaramurkaan. Kamilah pahlawan penyelamat bumi! Pasukan Tuhan di dunia ini!! Demi Tuhan, kami akan korbankan nyawa dengan keyakinan ganjaran surga!!!

Suatu hari, ia memanggil diriku. Ia katakan bahwa telah tiba waktunya aku berperan serta menyelamatkan dunia. “Kau bawalah peledak ini, pergilah ke suatu tempat dimana budak-budak Iblis banyak bersemayam. Tumpaslah mereka dengan pengorbanan cucuran darahmu! Semoga surga menjadi ganjaranmu!”, ia bersabda sambil menatap tajam ke mataku.

Esok paginya, aku pergi membawa peledak. Mati di jalan Tuhan dan janji surga menggelorakan jiwa dan raga, walau dengan pengorbanan nyawa.. karena aku salah satu pasukan Tuhan penyelamat dunia.

Buuuuuuuumm!!! Duaaarrr!! Ahhhh!!! Sakiiitttt!! Tolongggg!!!

Suara berdentum menggelegar terdengar diikuti teriak kesakitan dan minta tolong. Aku melihat potongan tangan dan kakiku bercampur baur dengan potongan-potongan tubuh dan ceceran darah budak-budak Iblis di tempat itu, yang tercerai berai dan luluh lantak karena peledak yang kuranselkan di punggung.

Lalu semua gelap..aku akan masuk surga…

Tiba-tiba aku merasa panas dan kesakitan tiada tara di sekujur tubuhku. Kala kubuka mata, kulihat api meliputi diriku. “Ini bukan surga!! Ini adalah neraka dalam penggambaran di ajaran yang aku terima!! Mengapaa?? Panaaass.. Sakiiitt.. Ampuun Tuhan-Ku!! Apa salahku? Aku adalah pasukan-Mu di muka bumi.. mengapa Engkau murkai aku???”.

Lalu terdengar suara menggelegar,”Hai, keturunan Adam yang tersesat…mari kuperlihatkan padamu hasil perbuatan yang engkau telah akibatkan pada alam dunia!!”

Orang-orang masih berkerumun di tempat yang kuledakkan. Kulihat seorang Ibu muda bersama 2 anak kecil laki-laki dan perempuan menangisi jasad cerai berai seseorang berbaju SATPAM. Ia menjerit pilu,”Pak.. bapak.. mengapa kau tinggalkan kami? Bagaimana kami bisa melanjutkan kehidupan ini?? Siapa yang akan menafkahi kami??” Lalu kulihat masa depan mereka, di mana ibu muda tadi mati gantung diri karena derita hidup. Si anak laki-laki masuk penjara di usia 20 tahun karena melakukan perampokan dan pembunuhan. Sedangkan si anak perempuan kulihat sedang duduk termenung di sebuah komplek pelacuran, menyesali nasib mengapa ditinggal ayah tumpuan keluarga ketika kecil, sehingga ia harus menjadi pelacur untuk menyambung hidup.

Kemudian kulihat sebuah pesawat membawa pergi jasad seorang budak Iblis berambut pirang ke negara asalnya. Sesampainya di sana, seluruh sanak keluarga menangisi kepergiannya yang begitu tragis. Tak lama kemudian datang seorang pemuka agama mereka bersama anak-anak kecil. Sebelum pemakaman, pemuka agama itu membacakan obituary,”…dengan kepergian bapak, dunia kehilangan seseorang yang sangat bertanggungjawab kepada keluarga dan lingkungan.. seseorang yang amat dermawan, dengan puluhan anak yatim piatu yang dipeliharanya selama ini..”. Benarkah orang berambut pirang itu adalah budak Iblis??. Lalu kulihat di masa depan puluhan anak yatim piatu tersebut harus kehilangan mimpinya menjadi seorang terpelajar. Banyak dari mereka akhirnya menjadi gembel yang mengharap belas kasihan orang lain.

Lalu kulihat ibu berhenti bekerja dan sedang sekarat karena sakit. Apa hubungannya dengaku?? Rupanya ledakan itu berdampak luas. Investor asing beramai-ramai menarik uangnya dari negaraku. Ibuku ternyata bekerja di salah satu pemasok pada tempat yang aku ledakkan, yang telah menarik investasinya dan menutup tempat itu. Pemasok tempat ibu bekerja pun tutup, karena tempat itu pasar satu-satunya, dan otomatis ibu kehilangan pekerjaannya. Kini ibu tidak punya uang dan meranggas sekarat tanpa bisa berbuat apapun.

“Apa yang kau lihat, Hai keturunan Adam?? Apa kau telah sadari hasil perbuatanmu??”, Suara Itu kembali menggelegar.

Aku hanya tergugu, lalu menangis pilu.. “Bakarlah..bakarlah raga ini, wahai Suara Yang Tersembunyi. Biar ia menjadi sangit cermin nista diri”

Ternyata apa-apa yang kuanggap benar selama ini mengakibatkan hasil seperti itu. Merasa diri yang paling benar dan berbangga atas hal tersebut adalah justru suatu keangkaramurkaan. Dan keangkaramurkaanku telah menimbulkan penderitaan dan keangkaramurkaan yang tak pernah terpikirkan oleku. Sungguh aku ikhlas menjalani pemurnian di tempat yang kukenal bernama neraka.

Tak lama kemudian, aku melihat ia yang mengajakku juga diselimuti api di sampingku. Mata nyalangnya kini guram dan sayu..kemudian tergugu menangis pilu. Kini kami sama rata dan sama rasa di tempat pemurnian ini.

Satu yang telah kami sadari.. suatu perbuatan yang dilandasi karena merasa paling benar, hanya akan menimbulkan penderitaan dan keangkaramurkaan di muka bumi. Menyesal, kami terlambat menyadarinya…

Setelah Istriku “pergi”

Lima tahun yang lalu, Alloh telah memanggil orang yang kusayangi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surga, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anak saya.

Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur. Ohhh… aku harus menyediakan makan untuknya. Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja. Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut dan….. di sanalah sumber ‘masalah’nya … sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!

Ya Alloh..! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anak saya yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat:

“Ayah, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya … Karena aku takut mie’nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainan saya … Saya minta maaf Ayah … “

Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku … tetapi, saya tidak ingin anak saya melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangis saya. Setelah beberapa lama, aku hampiri anak saya, memeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur. Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto ibu yang dikasihinya.

Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.
Namun… belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal…. Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan.

Dia diam saja lalu mengatakan, “Aku minta maaf, Ayah”. Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara “pertunjukan bakat” yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu….. Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahu saya, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis, yang saya yakin, jika istri saya masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!

Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Saat ini musim dingin,dan hari raya idul fitri pun telah tiba. tapi astagfirulloh, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus. Mereka menelpon saya dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun saya sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak bias menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena saya merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : “Maaf, Ayah”. Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasannya melakukan itu.

Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah saya mendorong anak saya ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya? Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : “Surat-surat itu untuk ibu…..”. Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. …. tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: “Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?” Jawaban anakku itu : “Aku telah menulis surat buat ibu untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus”. Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakana …. Aku bilang pada anakku, “Nak, ibu sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk ibu, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada ibu. Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak. Saya berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi…. saya jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.

Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur……

‘Ibu sayang’, Saya sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara ‘Pertunjukan Bakat’ di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut. Tapi kamu tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi. Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencari saya, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya. Ibu, setiap hari saya melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Saya pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua, saya rasa. Tapi ibu, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah ibu muncul dalam mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat ibu? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi ibu, mengapa engkau tak pernah muncul?

Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena saya tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istri saya ….

Untuk para suami, yang telah dianugerahi seorang istri yang baik, Untuk para istri, yang telah dianugerahi seorang suami yang baik atau untuk calon ibu atau bapak, yang penuh kasih sayang terhadap anak-anaknya selalu berterima-kasihlah setiap hari padanya. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu, membimbingmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu. Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya.

Killer Statement

Ada sebuah istilah komunikasi negatif dalam Kecerdasan Emosional yang disebut ’killer statement’. Apa itu killer statement?

Gampangnya, killer statement itu adalah ”segala bentuk pernyataan kita
yang kita keluarkan, sadar maupun tidak, tetapi melukai dan mampu
merusak mental maupun semangat orang lain”.

Jenis-jenis killer statement ini, tanpa sadar kita dengar setiap hari, atau
barangkali tanpa sadar kita keluarkan dengan maksud bercanda,
memotivasi, tapi justru merusak. Nah, kalimat-kalimat perusak jiwa yang
menghasilkan perasaan yang negatif pada diri seseorang itulah yang
seringkali kita sebut ’killer statement’.

Menariknya, sejarah dunia komik pun pernah mencatat akibat buruk
dari killer statement yang pernah diterima oleh dua anak bernama
Jerry Siegel dan Joe Shuster.
Kisahnya begini. dimasa depresi yang melanda Amerika pada 1933, Jeery Siegel mempunyai ide menciptakan seorang tokoh pahlawan anak-anak yang mempunyai kemampuan luar biasa.

Tenaganya lebih kuat dari besi, bisa terbang dan asalnya dari
planet lain. Maka, bersama dengan temannya yakni Joe Shuster yang pandai melukis, diciptakanlah untuk pertama kalinya gambaran manusia baja tersebut.

Tetapi gambaran komik manusia super itu tidaklah begitu menarik. Kecaman dan kritikan diterima. Selama enam tahun berturut-turut komiknya pun ditolak sana-sini.
Hingga akhirnya, puncak kehancuran mental Siegel dan Shuster terjadi
saat mereka mendengar ada editor dari Detective Comics yang
membutuhkan komik strips.
Lantas mereka pun mencoba menjual kepada mereka.Tapi, saat membuka-buka dan melihat gambaran komik mereka, para editor pun tertawa dan berkata, “Wah, nggak akan ada yang percaya dengan ide komik seperti ini. Gambarnya murahan dan tak mungkin laku dijual”.
Maka, karena sudah terlalu frustrasi dengan penolakan dan kalimat yang
menghancurkan itu, Shuster dan Siegel akhirnya sepakat menjual komik
serta segala hak ciptanya kepada Detective Comics hanya senilai US$130.

Perhatikan baik-baik, hanya seharga US$130 !!!
Tapi, itulah kesalahan terbesar Siegel dan Shuster akibat terlalu mendengarkan killer statement yang diterimanya. Karena, beberapa saat setelah komiknya dibeli, karakter komiknya ternyata menjadi pujaan.
Anda pasti bisa menebak. Itulah tokoh Superman, manusia Krypton dengan
kemampuan terbang, penglihatan super serta kekuatan fisik yang luar biasa.
Komik Superman menjadi begitu laris, hingga difilmkan, karakternya
menjadi tokoh idola anak-anak. Sementara Shuster dan Siegel, penciptanya
yang pertama, hanya bisa gigit jari. Tokoh Superman menjadi populer
dan meraup keuntungan miliaran dolar AS. Tapi tokoh penciptanya
hanya mendapat US$130, bahkan hidup dalam utang dan kemiskinan.

Untungnya, pada 1975 setelah mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari
publik yang menganggap Detective Comics tidak berperikemanusiaan
dengan membiarkan pencipta Superman hidup dalam miskin, akhirnya
Detective Comics sepakat memberikan jaminan finansial.

Tetapi, kalau kita melihat kembali, itulah harga dari sebuah killer statement yang telah menghancurkan karir dan kehidupan dua orang bocah bernama Shuster dan Siegel.

Pembaca, kisah ini kiranya membuat kita sadar akan bahaya
dari killer statement dalam hubungan interpersonal kita. Memang,kadang
killer statement ini diucapkan tidak dengan intensi yang negatif, tapi dampaknya, sungguh merusak!
Namun, bisa juga killer statement ini diucapkan dengan maksud khusus untuk menjatuhkan mental orang yang mendengarnya.

Tips penting

Untuk itu, ada beberapa tip penting bagi kita.
Pertama, hati-hati dengan killer statement yang mungkin kita ucapkan baik
kepada anak kita, pasangan hidup kita, rekan kerja maupun bawahan kita.
Killer statement ini menunjukkan bahwa kalimat yang diucapkan tanpa
pertimbangan, bisa membunuh potensi, kemampuan maupun karakter baik
seseorang.
Karena itu, kalaupun Anda sedang stress, sedang tidak dalam kondisi mood untuk bicara, merasa tidak puas dengan hasilnya, ataupun merasa tidak suka dengan apa yang Anda saksikan, usahakan untuk menghindari
menggunakan kalimat yang bernada menghancurkan atau mencela.
Kedua, kita sendiri sebagai orang yang akan dan biasa menerima killer statement dari orang-orang di sekitar kita, lebihbaik kita siapkan anti virus bagi kita sendiri.
Anti virus ini berisi kalimat lain yang kita ucapkan pada diri kita sendiri, meskipun orang lain
sudah mengatakan killer statement itu kepada kita.

Di salah satu acara kontes menyanyi, ada seorang penyanyi kondang yang sudah tua, tapi diundang menjadi tamu untuk juri.
Saat itu ada seorang penyanyi yang mendapat penilaian buruk dan akhirnya
tersingkir. Saat sebelum mundur, si penyanyi tua ini memberikan nasihat, “Jangan pedulikan hasil penilaian ini buatmu.Yang penting adalah kuatkanlah dirimu terus. Sayapun tidak pernah menjuarai kontes menyanyi, toh dengan kegigihan, saya bisa menjadi seorang penyanyi. Teruslah berlatih dan buktikan dirimu bisa berhasil”.

Wow, mata saya berkaca-kaca mendengar motivasi dari sang artis dan
bintang penyanyi tua ini.

Sungguh suatu kata-kata penguatan yang luar biasa. Andapun harus
mengatakan hal yang sama kepada diri Anda, saat Anda diberikan kata- kata negatif ataupun killer statement.
Ingatlah kawan, jangan sampai potensi dan kemampuan Anda dirusak oleh kata-kata dari kalimat orang yang tidak bertanggung jawab. Merekalah yang sebenarnya punya masalah dengan diri mereka.

Jangan biarkan mereka merusak diri Anda.
Jangan biarkan mereka mencuri mimpi Anda.

Killer statement ini akan sangat berbahaya bila diterapkan
dari orang dewasa (bisa dalam hal ini orang tua) kepada anak-anak
terutama yang berumur -9 bulan sampai remaja. Kenapa -9 bulan ? karena
sadar atau tidak, seorang ibu yang sedang mengandung anaknya (bahkan
saat pembuahan baru saja terjadi), akan mempunyai pengaruh
terhadap si janin yang sedang dikandungnya. Mungkin di antara kita
pernah mendengar ‘gugon tuhon’ yang melarang orang tua untuk
membunuh hewan apa pun saat si ibu sedang hamil. Kuwalat! katanya.

Percaya atau tidak, kadang ada beberapa orang yang ‘terpengaruh’ saat2 pembunuhan itu, dan bisa mempengaruhi kondisi kejiwaannya, dan itu mengakibatkan pengaruh terhadap janin yang sedang dikandung oleh si ibu. Why ?, bagaimanapun juga, situasi kejiwaan seseorang akan mempengaruhi kondisi metabolismenya. Perubahan-perubahan yang terjadi saat otak bekerja merespon segala hal yang masuk (baik itu kejadian, emosi, saat bertengkar dengan pasangan atau suasana hati)
akan membuat tubuh menghasilkan banyak zat kimia yang bisa mempengaruhi kondisi si jabang bayi juga.

Demikian pula dengan killer statement. Meski si jabang bayi-pun masih
berada didalam rahim, tapi karena killer statement itu juga mempengaruhi
kondisi kejiwaan, dan akhirnya metabolisme tubuh, maka si jabang
bayi pun akan merasakan juga. Demikian pula ketika si bayi sudah lahir.
Ia memang hanya bisa mengungkapkan dengan sedikit cara, belum bisa
bicara. Tapi, justru di saat seperti inilah killer statement merupakan
alat ampuh yang benar-benar akan membunuh karakter dan kepribadian si
anak. Killer statement itu akan mengendap dalam bawah sadar
anak-anak, dan itu akan menjadi semacam ‘meterai’ yang sulit sekali
dihilangkan.

Jadi buat teman-teman yang punya (atau akan punya) anak, guru,
pengajar, dan semua peran yang berhubungan dengan anak/ remaja.
Tolong untuk berhati-hati dengan killer statement ini, karena pembunuhan
karakter adalah kekejaman yang tidak terperi. Masa anak-anak hingga remaja adalah masa pembentukan karakter yang akan berperan penting dalam membentuk jati dirinya.

Hitam bukan berarti gelap

Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan. Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh dayang-dayang nan rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum.

Ia bisa datang bagaikan badai, ia akan menyapu bersih tanpa harus permisi. Tetapi semuanya tak begitu saja tanpa arti, setitik kejadian hidup ia akan selalu memiliki makna untuk dijalani. Jangan pernah gunda dengan apa yang terjadi.

CERITA TENTANG ANAK KATAK .

Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap. “Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?” ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya. Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut. “Anakku,” ucap sang induk kemudian. “Itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik.” jelas induk katak sambil terus membelai. Dan anak katak itu pun mulai tenang. Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan. Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil. “Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu?” tanya si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya. “Anakku. Itu cuma angin,” ucap sang induk tak terpengaruh keadaan. “Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!” tambahnya begitu menenangkan. Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan. “Blarrr!!!” suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh induknya. Tapi juga gemetar. “Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!” ucapnya sambil terus memejamkan mata. “Sabar, anakku!” ucapnya sambil terus membelai. “Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang,” ungkap sang induk katak begitu tenang. Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran petir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia berteriak kencang, “Ibu, hujan datang. Hujan datang! Horeeee!” ** Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan. Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh dayang-dayang nan rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum. Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan. Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan. Benar apa yang diucapkan induk katak: jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi. Karena hujan yang ditunggu, insya Allah, akan datang. Bersama kesukaran ada kemudahan. Sekali lagi, bersama kesukaran ada kemudahan.